Hal
yang akan kamu baca setelah ini adalah salah satu tentang sesuatu yang tidak
pernah bisa kamu sentuh, dengar, dan lihat. Kamu tak akan pernah bisa
mendeskripsikannya dengan sempurna tapi banyak orang mengaku pernah
merasakannya. Well, hampir tiap orang. Aku tak benar-benar bisa menyebutkannya
agar tidak menjadi terlarang. Lihat kan, sebelum aku menyebutkannya pun sudah
banyak yang terpikir tentang hal ini. Ya sebagian akan menggambarkannya dengan
suatu yang indah, positif, membangun hidup, memberi semangat dan sebagainya.
Sementara yang lain merasakannya sebagai sesuatu yang menyiksa, membabi buta,
menjerumuskan, menjebak dan sebagainya.
Tebaklah
mengapa setiap orang memiliki penafsiran atas hal yang-tak-ingin-kusebutkan ini.
Karena setiap orang mengalami pengalaman yang berbeda. Seseorang bersikukuh
bahwa hal ini membawa kebahagiaan dan memaksakan orang lain untuk menerima
pendapatnya. Sementara orang lain juga tak kalah saing berpendapat bahwa hal
ini membawa sesuatu yang membuat hidup lemah dan menyiksa. Siapa gerangan di
antara mereka yang benar?
Siapa
pemilik kebenaran kalau bukan diri mereka masing-masing. Kebenaran bersifat relatif
bukan? Mana yang lebih besar, bulan, matahari, atau bola matamu? Silakan
menjawab dan kau tak akan pernah salah asal kau memiliki jawabanmu sendiri.
Karena, tak ada yang lebih absolut daripada kecepatan cahaya. Sampai suatu saat
kamu bisa menemukan yang lebih absolut dari kecepatan cahaya.
Di
sinilah kuakhiri tulisan tentang sesuatu yang tak perlu kusebutkan namanya.
Comments
Post a Comment