Mengerikan
juga hidup di jaman sekarang. Kecanggihan teknologi terlihat membuat pintar
masyarakat. Tetapi sekaligus menjadi alat penggerak opini masyarakat. Berbuat
buruklah maka dalam sekejab kamu bisa tampil menjadi public figure di koran, majalah, televisi, internet.
Lihat
saja jika engkau sungguh terlihat baik maka masyarakat akan mengelu-elukanmu.
Tapi jika engkau cacat di mata mereka, mampuslah hidupmu. Hidup dalam penjara
kau dianiaya, di luar penjara pun tak ada bedanya.
Lihatlah
betapa mengerikan ketika engkau tak bisa menahan nafsumu. Nafsu apapun.
Kekuasaan, birahi, apapun. Jika tampak di publik, pasti kau cela! Jika kau
sudah pernah buruk, jarang sekali masyarakat bisa menerimamu lagi.
Tapi
aku kadang pun merasa aneh melihat masyarakat yang begitu menghakimi. Mereka
seakan tak punya rasa toleransi. Apa yang akan mereka lakukan jika yang
dihakimi adalah sanak saudara mereka sendiri.
Tapi
yang lain, jika engkau melakukan korupsi. Dan engkau membunuh banyak orang. Tak
adilkah jika engkau dihakimi?
Aku
hanya ingat sejarah. Seorang wanita pernah hampir dirajam karena berbuat nista.
Nista, ingat! Di jaman ini jika kau berbuat nista, orang akan mencemoohmu. Tapi
yang mencemoohmu mungkin juga melakukan nista.
Tetapi
hadirlah seseorang yang membuka pikiran orang-orang di masa itu. Katanya jika
ada yang merasa dirinya paling benar, boleh merajam di urutan pertama. Sayang
sekali orang yang membuka pikiran itu juga tiada karena dihakimi. Tapi konon
dia akan datang menghakimi semua.
Ya
begitulah kehidupan. Hal sekecil apaun di masa kini bisa menjadi sebuah bom publik.
Media banyak juga membentuk opini publik. Menimbulkan kebencian, penghakiman.
Tapi ingatlah di balik itu semua media juga tempat mencari nafkah.
Semua
yang ada di dunia ini adalah aksi-reaksi. Terserah bagaimana kita menempatkan
diri. Tetapi di balik kekejaman pembunuhan berencana yang dihakimi banyak
orang, si pembunuh secara tidak langsung berkontribusi besar dalam memberi penghidupan
ke beberapa orang.
Comments
Post a Comment