Sebatang
rokok melekat di bibir seorang manager kala ia duduk termenung, pandangannya
kosong ke satu titik. Tiga puluh menit lalu penjual sate membuat mata sang
manager memiliki titik pandang pengalih perhatiannya. Empat puluh menit setelahnya,
sang penjual sate lekat dengan kepulan asap, bukan dari mana-mana tapi sebatang
rokok pula. Sebatang rokok sebelum habis waktunya mendengar seseorang yang
berpenghasilan besar dan seseorang yang berpenghasilan pas, sama-sama
membicarakan uang.
Sebatang
rokok hampir padam karena seorang perempuan merenggut paksa dari mulut
laki-lakinya. Lima menit yang lalu sudah ada di lantai dan hendak diinjak. Lima
belas menit kemudian menembus kulit perempuan. Alhasil, laki-laki itu tidak
ditambah imbuhan –nya lagi.
Sebatang
rokok dilinting terakhir oleh seorang Ibu. Ingat dia mengikat kepalanya,
rekan-rekannya juga begitu. Sepuluh menit yang lalu ia ditelpon oleh rumah
sakit. Dua puluh menit lagi ia akan membayar obat suaminya yang bernapas lewat
lehernya.
Comments
Post a Comment