Skip to main content

Posts

Good Deed from Good Dude

This morning I was going to my bank for internet banking activation. I rode my motorbike in a hurry to anticipate the traffic. Next thing I know, I ran out of my petrol and, damn, it's just 100 meter from the nearby petrol station. When I was about reaching half way to the station, lucky I was, because a man offered me help to push me from behind. At first I hesitated to accept his offer (it's just my alert on mean people in metropolites cities). However, I quickly changed my mind and said, "Yes, please," to him. He was riding his motorbike as well and put his foot on my exhaust. That way, my motorbike could go and reach the station because of him pushing me from behind. I thanked the kind man, who was wearing mask like I was. Though I couldn't see his face, nor he could see mine, I only could say to my heart that he'll be blessed for this small help. This is not I am exaggerating this stuff, I only could tell a little from my experiences being help by others...

Random Mood: English Expresion

Expression. Ya, ini adalah salah satu hal dalam bahasa yang saya nikmati. Ketika bisa memahami expression dari bahasa lain, saya merasa itu kebanggaan tersendiri. Karena kita pada akhirnya akan memakai lebih banyak expressions daripada bahasa formal. Kalau dibalik, kita pasti tetap merasa aneh mendengar orang luar berbicara bahasa Indonesia baku kepada kita. Dari sini saya begitu tergila-gila mengumpulkan dan mencoba mengerti expression dalam bahasa Inggris. Understanding formal way of speaking foreign languages gives you the basic things of conversation but getting to know the language expressions is to mingle with them in a deeper way, I reckon. Ini adalah expressions yang saya kumpulkan dan pasti akan bertambah lagi. Tetapi lebih penting adalah praktik langsung dengan para native speakers. Cheers! Go for it. I'm at wit's end. To avoid at all cost. It drive me nuts. Juggling many things. Piss off! You seem a little wigged out. She has call...

I don't fancy it

Someone talk about something too much because they fancy it. And if others seem to pay less attention to what she/he considers as important, it's not because they don't care... but they don't fancy it that much. Nature, politics, technology, sports, whatever you call it, folks. That's why "interest" section is put. Fair enough.

Membunuh dan Menghidupi

Mengerikan juga hidup di jaman sekarang. Kecanggihan teknologi terlihat membuat pintar masyarakat. Tetapi sekaligus menjadi alat penggerak opini masyarakat. Berbuat buruklah maka dalam sekejab kamu bisa tampil menjadi public figure di koran, majalah, televisi, internet. Lihat saja jika engkau sungguh terlihat baik maka masyarakat akan mengelu-elukanmu. Tapi jika engkau cacat di mata mereka, mampuslah hidupmu. Hidup dalam penjara kau dianiaya, di luar penjara pun tak ada bedanya. Lihatlah betapa mengerikan ketika engkau tak bisa menahan nafsumu. Nafsu apapun. Kekuasaan, birahi, apapun. Jika tampak di publik, pasti kau cela! Jika kau sudah pernah buruk, jarang sekali masyarakat bisa menerimamu lagi. Tapi aku kadang pun merasa aneh melihat masyarakat yang begitu menghakimi. Mereka seakan tak punya rasa toleransi. Apa yang akan mereka lakukan jika yang dihakimi adalah sanak saudara mereka sendiri. Tapi yang lain, jika engkau melakukan korupsi. Dan engkau membunuh banyak o...

Sebatang Rokok

Sebatang rokok melekat di bibir seorang manager kala ia duduk termenung, pandangannya kosong ke satu titik. Tiga puluh menit lalu penjual sate membuat mata sang manager memiliki titik pandang pengalih perhatiannya. Empat puluh menit setelahnya, sang penjual sate lekat dengan kepulan asap, bukan dari mana-mana tapi sebatang rokok pula. Sebatang rokok sebelum habis waktunya mendengar seseorang yang berpenghasilan besar dan seseorang yang berpenghasilan pas, sama-sama membicarakan uang. Sebatang rokok hampir padam karena seorang perempuan merenggut paksa dari mulut laki-lakinya. Lima menit yang lalu sudah ada di lantai dan hendak diinjak. Lima belas menit kemudian menembus kulit perempuan. Alhasil, laki-laki itu tidak ditambah imbuhan –nya lagi. Sebatang rokok dilinting terakhir oleh seorang Ibu. Ingat dia mengikat kepalanya, rekan-rekannya juga begitu. Sepuluh menit yang lalu ia ditelpon oleh rumah sakit. Dua puluh menit lagi ia akan membayar obat suaminya yang bernapas lewa...