Aku
tak kunjung melihat Matahari Timur
Sementara
jengahku terkungkung dalam lubang fatamorgana
Kadang
deruan ilusi membuatku tersungkur
Hingga
embun pagi pun tiada lagi basah
Kau
injak kerikil dan kau umpatnya
Air
ludahmu muncrat bersama setiap kelelahan sanubari
Apalah
bagimu sebuah kembang desa
Tak
lebih dari seonggok jerami untuk sapi
Comments
Post a Comment