Aku merasa selalu kekurangan kadar serotonin. Di mana aku dapat membelinya? Kulihat orang-orang memiliki masa senang dan kelabu tetapi tidak denganku. Rasanya dalam hidup, perasaan cemas dominan dalam diriku.
Kadang aku berusaha berdoa, dan menurut Santo Padre Pio, santo yang kukagumi, kecemasan adalah tanda ketidakpercayaan kepada penyelenggaraan ilahi. Dalam sikap Ibu Maria juga tercermin penyerahan dirinya yang luar biasa pada kehendak Allah. Sementara Tuhan Yesus mengajarkan Bapa Kami, doa yang luar biasa sulitnya, "Jadilah kehendak-Mu, di bumi dan di surga."
Kadang aku berusaha mencari-cari penyebab rasa cemasku yang berlebihan. Mungkin ini gangguan kesehatan mental. Dan kudapatkan kata "serotonin" di atas, hormon yang berpengaruh besar pada perubahan mood. Tak jarang imajinasiku membayangkan diriku akan gila dalam waktu dekat. Kadang aku tak mampu mengungkapkan kepada siapa pun karena aku sudah tahu apa yang akan mereka katakan, "Tenang saja." Lalu, "Santai aja toh." Lain waktu, "Semua akan baik-baik saja." Lain waktu lainnya, "Ga usah dipikirkan."
Aku tidak menyukai metode penenangan seperti itu. Aku kadang hanya butuh untuk bercerita atau membutuhkan aksi dari rasa cemasku, bukan nasehat agar aku tenang.
Kadang aku sendiri memberi nasehat kepada orang lain untuk tetap tenang saat mereka sedang kalut, tapi aku sendiri tak menyukai metode itu.
Sudahlah, setidaknya aku bisa meluapkan semuanya dalam tulisan. Alasan-alasan kenapa aku cemas pun hanya aku yang dapat mengerti.
Kadang aku berusaha berdoa, dan menurut Santo Padre Pio, santo yang kukagumi, kecemasan adalah tanda ketidakpercayaan kepada penyelenggaraan ilahi. Dalam sikap Ibu Maria juga tercermin penyerahan dirinya yang luar biasa pada kehendak Allah. Sementara Tuhan Yesus mengajarkan Bapa Kami, doa yang luar biasa sulitnya, "Jadilah kehendak-Mu, di bumi dan di surga."
Kadang aku berusaha mencari-cari penyebab rasa cemasku yang berlebihan. Mungkin ini gangguan kesehatan mental. Dan kudapatkan kata "serotonin" di atas, hormon yang berpengaruh besar pada perubahan mood. Tak jarang imajinasiku membayangkan diriku akan gila dalam waktu dekat. Kadang aku tak mampu mengungkapkan kepada siapa pun karena aku sudah tahu apa yang akan mereka katakan, "Tenang saja." Lalu, "Santai aja toh." Lain waktu, "Semua akan baik-baik saja." Lain waktu lainnya, "Ga usah dipikirkan."
Aku tidak menyukai metode penenangan seperti itu. Aku kadang hanya butuh untuk bercerita atau membutuhkan aksi dari rasa cemasku, bukan nasehat agar aku tenang.
Kadang aku sendiri memberi nasehat kepada orang lain untuk tetap tenang saat mereka sedang kalut, tapi aku sendiri tak menyukai metode itu.
Sudahlah, setidaknya aku bisa meluapkan semuanya dalam tulisan. Alasan-alasan kenapa aku cemas pun hanya aku yang dapat mengerti.
Comments
Post a Comment